16-3-2012

16-3-2012

Negara ini semakin aneh dan susah dimengerti. Isunya bulan depan pemerintah akan menaikan bbm. Hal ini mendapat reaksi dari berbagai kalangan mulai dari partai oposisi, berbagai ormas, sampai ke kaum intelektual mahasiswa. dampaknya, terjadi unjuk rasa dimana-mana, seluruhnya melampiaskan apa yang di inginkan melalui Toa-toa yang sahut menyahut beriringan dengan ocehan-ocehan bijak sang kaum intelektual, itulah yang di inginkan oleh mereka saat menggulingkan orde baru, kebebasan berpendat, sekarang mereka mendapatkannya, apakah Cuma bisa berpendapat? Tanpa ada suatu tindakan yang real untuk membantu pemerintah, Cuma bisa menyalahkan pemerintah. Disetiap unjuk rasa dikawal oleh pengayom masyarakat yang menjaga jalannya unjuk rasa tersebut yaitu polisi. Yang anehnya hampir di setiap unjuk rasa berakhir dengan rusuh, penyambung lidah rakyat(-red mahasiswa) di keroyok oleh pelindung rakyat atau sebaliknya. Dan itu di disiarkan hampir di seluruh tv swasta, yang di tonton oleh rakyat Indonesia. Dan aku juga tidak habis pikir tentang dewa-dewa yang duduk di bangku parlemen yang mengaku sebagai perwakilan rakyat itu, aku selalu bertanya-tanya apa sih kerjaannya? Yang kebanyakan di beritakan oleh televisi sih korupsi, main wanita, dan nonton bokep. Kemewahan yang mereka dapat dari perut yang lapar, hasil pikiran yang mereka keluarkan dari kepentingan kantong mereka semata, mencermikan sikap seorang dewa liberalism yang mementingkan dirinya sendiri. Dan Tidak sedikit anjing-anjing peliharaan istana itu bermungkim di jerusi besi, kebanyakan sih korupsi. Menurutku mereka lebih rendah dari pada pengemis, lebih jijik dari pada pelacur, karena mereka berwajah dua sosok munafik yang di laknat tuhan. Di Negara ini uang adalah “tuhan” yang berkuasa, menyalahkan yang benar dan bisa membenarkan yang salah. sehingga aku tidak tau apakah wakil rakyat pembela Negara yang di penjara itu salah atau penjahat koruptor maling yang bebas berkeliaran itu benar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s